Aku baru sadar, ternyata aku menulis paling banyak di dua waktu: saat aku jatuh cinta, dan saat aku patah hati.
Mungkin karena di antara dua fase itu aku merasa penuh. Barangkali saat aku jatuh cinta, kata-kataku jadi hangat, ringan, penuh suka cita, indah. Barangkali saat patah hati, kata-kataku jadi jujur, sepi, pedih, hampa. Jauh selisihnya bagai langit dan bumi. Eh tapi kan langit dan bumi itu sama-sama ada di alam ini. Yaudah lah, saling melengkapi haha
Aku jadinya sadar: menulis selalu menjadi caraku bertahan, menjadi caraku menjaga kewarasan, menjadi caraku untuk mengetahui perasaan terdalam.. Barangkali. Haha.
(5 Maret 2026)