Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

peringatan

mungkin tulisan setelah ini akan lebih panjang  dari tulisanku yang lain yang ada disini.  jika kamu tidak mau membacanya, lewatilah. jika kamu lelah membacanya, berhentilah. aku tak pernah memaksa siapapun membaca apapun disini.  aku menulis semua disini dengan jariku sendiri.  aku menulis semua disini dengan senyum tulus  dan air mataku yang jatuh saat menulis ini juga tulus baca tulisan yang kumaksud disini:

asing

tulisan di bawah ini, mungkin akan sedikit berbeda dari tulisanku yang sebelumnya. aku mau kamu merasakan apa yang kurasakan saat menulisnya. itu hakmu jika kamu menolaknya. kembali lagi, aku tak pernah memaksa. selamat tersesat di tarian jariku. ... [20/4 23.28] Noend: aku sudah berlatih menghadapi orang banyak, s udah mengatur diri sedemikian rupa,  membuat skenario begitu begini [20/4 23.35] Noend: tapi saat menghadapi realita,  aku mengeras. se mua terasa asing bahkan diriku sendiri aku terdiam, melihat langit-langit kamarku. gelap. [20/4 23.49] Noend: aku merasa ada sesuatu  merasuk kepala dan dadaku, terasa penuh dan sesak. aku merasa sesuatu itu mengeras  dan mengubahku menjadi batu saat bertemu manusia. menjadi sesuatu yang tidak aku kenali.  semua terasa asing di kepalaku, semua terasa sakit di dadaku. aku merasa asing pada apa yang ada di aku.  aku merasa tak kenal dan dikenali pada diriku sendiri jariku berhenti. kurasakan air mataku jatuh seseka...
sering sedih dan sering bingung  kalau semakin hari rasanya  semakin sering menarik diri semakin sadar bahwa lebih nyaman sendiri bahwa bertemu banyak manusia butuh banyak energi aku jadi lebih sering menggadaikan perasaan sendiri mengorbankan kebahagiaan untuk ego orang lain mengorbankan kebahagiaan untuk ego sendiri semuanya melelahkan semakin terasa menyesakkan semua sudah terlihat jelas aku ingin dan perlu rehat tapi, sebentar, selesai nampaknya lebih baik, kan? "ah, dia mah keliatannya baik-baik aja" kamu sudah membuka isi hatinya? "ah, aneh, dia mah ketawa-ketiwi terus dari tadi,  berarti dia bahagia terus dong",  "ah, dia mah hidupnya happy terus, masa gitu sih?",  "ah, masa orang kayak gitu ga bahagia sih?", "ah, dia mah ga pernah capek", "lebay banget sih", "caper deh, alay", "ah, dia mah emang sombong orangnya,  pantes buat ga bahagia", "ah, pantes aja kok dia ga bahagia", - Hann. (23.31...