Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Aku Sudah Sampai, Tapi Kamu Lebih Dulu Pulang

Gambar
Beberapa hari lalu, aku menulis: “andai sakitmu bisa kutarik masuk ke dalam pelukku. tunggu aku.” Tapi ternyata aku tak bisa, ya. Ternyata kamu sudah tak tahan lagi menungguku. Aku sudah sampai, Simba. Tapi kamu lebih dulu pulang. Aku masih memanggilmu sewaktu ku tiba,  berharap ada suara lirih yang menyahut.  Ternyata yang menyambutku hanya sunyi. Sunyi yang berat. Rasanya menampar semua rindu yang sempat kutunda. Aku merasa bodoh Kenapa aku baru pulang sekarang? Kenapa aku tak ada di sisimu di detik terakhir? Aku yang sering bilang sayang, tapi justru tak hadir saat kau paling butuh teman Apakah pada saat itu kamu ketakutan, sayang? Apakah pada saat itu kamu kesakitan, sayang? Walaupun Tuhan tidak mengabulkan doaku untuk menyembuhkan dan menyempatkan aku bertemu denganmu, aku masih berharap bahwa Ia mengabulkan doaku untuk menjemputmu tanpa membuatmu kesakitan. Sekarang aku hanya bisa berdoa, meski aku tau tidak ada gunanya, tapi aku berdoa untuk kamu tidak akan kesepian di ...

Rasa yang aku (coba) jaga diam-diam

Ada seseorang yang membuatku kagum. Bukan karena dia sempurna, tapi karena ada sesuatu dalam dirinya yang terasa menenangkan. Awalnya aku pikir ini perasaan sederhana, sekadar rasa kagum biasa, tapi lama-lama aku mulai sadar bahwa aku benar-benar menyukainya Aku suka caranya berbicara, caranya membawa diri, caranya menatap mataku saat aku mendengarkan dia berbicara, dan hal-hal kecil yang bahkan mungkin tidak siapa pun sadari. Aku berusaha menutupi semuanya, tapi ternyata aku tak bisa. Teman-temanku tau bagaimana reaksiku setiap melihatmu. Saltingku keliatan katanya. Padahal aku tau... aku harus lebih bisa menjaga diri Aku tau, dalam agamaku, rasa suka bukan dosa. Yang bisa jadi salah adalah caraku menyikapi rasa itu. Aku paham perasaan ini boleh tumbuh, tapi aku tak boleh membiarkannya tumbuh tanpa arah. Maka sekarang, aku sedang belajar untuk menyimpannya di tempat yang lebih aman, yaitu dalam doaku Aku sudah menanyakan hal yang perlu kutanyakan. Hanya itu. Sisanya, aku ingin berhent...