cari apa?

Translate

Positif

14 Maret 2021, aku SWAB Antigen di salah satu RS di Landasan Ulin. itu pertama kali aku diswab kali, ya. rasanya gimana? hmm. sakit sih padahal enggak sakit juga, lebih ke geli deh kayaknya. eh gatau dah.

14 Maret 2021 jam 13.56, aku ditelpon dokter dan katanya aku positif covid-19. tau ga apa perasaanku pas dibilang dokter aku positif? aku kaget, wajar kan? tapi aku ga ngerasa runtuh gitu loh. emang aku harusnya gimana juga? eh iya, padahal keesokan harinya harusnya aku tes akademik masuk SMA, gila, aku 3 hari belajar persiapan untuk itu --itu pencapaian loh. biasanya aku ga pernah tuh belajar sampai berhari-hari gitu. untuk ujian di sekolah aja aku ga belajar. buktinya pas SD nilai MTK aku 47 pas ujian apa gitu, duh, lupa.-- 

oh ya, pun untuk pertama kalinya aku minum susu beruang sampe habis 1 kaleng. hebat, kan? haha. yaa mau ga mau pokoknya harus maksa buat mau minum susu yang aneh itu. harus maksa diri biar bisa habisin setidaknya 1 kaleng perhari. yap, akhirnya aku bisa maksain minum 2 kaleng/hari. hebat juga kan? eh beneran deh, itu pas minum rasanya pengen muntah. ga tau juga sih kenapa padahal rasanya ga seaneh yang ada di pikiranku cuman yaa tetep aja ngelakuin sesuatu dengan paksaan itu ga enak kan ya, cuman aku mikirnya kalau aku terus-terusan ga bisa maksain diri ya gimana mau terbiasa kan? toh yang aku minum bukan racun juga, hehe.

aih, satu lagi, ada satu pencapaian juga nih. jadi, keesokan harinya setelah dikasih tau dokter aku positif tanpa gejala alias OTG, aku juga mau ga mau harus nelen obat vitamin gitu, biasalah, dipaksa ortu. obatnya kayak gini, nih, ga tau dah apa namanya.

yap, for the 1st in my life, aku bisa nelen obat kayak gitu! wah!
tapi keajaiban itu cuman terjadi sekali. keesokan harinya yaa balik seperti biasa, gabisa nelen. wkwk.

"kenapa sii kok gabisa nelen? padahal tinggal sat-set glek-glek aja dah" heh. aku pun pengen bisa kayak gituu. cuman ya, obatnya menolak masuk ke kerongkonganku wkwk. padahal udah berbagai cara; sekalian makan pisang, minum seperti biasa dan gausah dirasain lagi minum obat, ditumbuk (ini bisa, tapi keras banget jadinya males wkw), dan juga pernah diemut (asli, ini yang paling nyiksa karena obatnya pahit banget).

alhamdulillah, setelan seminggu isolasi mandiri aku menang melawan virus yang sempat tinggal di tubuhku ini. swab untuk kedua kalinya dan hasilnya "negatif". yeayy!

tapi, tau ga, setelah menang dari virus, ternyata aku kalah melawan seleksi tes akademik masuk SMA. sedih sih, malu juga iya, cuman yaa mau gimana lagi ya kan. syukurin ajaa.

– Hann. (00.00 - 260321)
btw, tulisan ini udah lama banget kesimpen di draft. lupa post dan baru dipost sekarang (010921) hehe.

pencitraan

selamat malam, kawan.
tau kah kamu bahwa diriku sekarang sudah jauh lebih baik dari diriku yang lalu saat harus berpisah denganmu? yang pada saat itu mau tidak mau, Saya harus merelakan dirimu pergi dan membiarkan hati ini tersakiti. 

bahkan, kalau tidak salah,
hampir setengah tulisan yang sudah kubagikan di sini sebenarnya tertuju khusus untukmu.
apakah kamu merasa spesial? haha.

Saya tidak bohong, pada hari itu Saya benar-benar merasa hancur. Saya merasa hati ini sudah lumpuh dan Saya kira tidak akan bisa menerima orang lain lagi.

tapi, sekarang, taukah kamu bahwa Saya sudah merelakan itu semua? taukah kamu bahwa Saya sudah siap menerima orang baru? taukah kamu bahwa Saya telah menyadari bila Saya baik-baik saja ada dan tanpa dirimu?

Saya sembuh, kawan! Ahahha

pengaruhmu memang cukup besar dalam hidup Saya.
kamu memang turut andil banyak untuk sikap-sikap Saya selama ini. baiklah, Saya tidak menyangkal soal itu, dan Saya berterima masih untuk itu, dan untuk kenangan-kenangan yang sebagian besarnya sudah tak bisa Saya ingat lagi. 

sekarang Saya hanya berharap kamu lebih bahagia dan dikelilingi oleh orang-orang yang juga bahagia karenamu.

ah, enggak, sepertinya Saya disini terlihat menyedihkan sekali, ya? terlihat seperti Saya ini sudah sangat hancur.

ah, sebenarnya tidak separah itu, kok.
ini hanya untuk pencitraan aja. wkwk. 
hehe bercanda, Mr. Peace!

bila kamu yang membaca ini tidak merasa 'kamu' yang Saya sebutkan disini, ya sudah, tidak perlu memikirkan siapa yang Saya maksud disini. 
tidak perlu ambil pusing lah, Boi. 
kamu hidup bukan untuk menjadi orang yang serbatau soal hidup orang lain, apalagi menjadi sosok yang sok tau. 

tidak perlu memikirkan Saya dan masa lalu Saya.. apalagi sampai bertanya soal ini.
bila Saya rasa kamu harus tau, 
Saya akan memberitau soal ini tanpa kamu pinta. 

sudah larut disini, aku beristirahat dulu, ya.
dadah~

sekian, terima aksi.
– Hann. (22.56 / 180821)