cari apa?

Translate

teman pun tidak ada

[30/7 23.05] Hann : udah lama temenan, bahkan ada 3 circle yang berbeda dari TK - SMP, tapi aku selalu ngerasa beda frekuensi sendiri sama mereka. 
jujur, sampai sekarang aku belum menemukan tempat yang bener-bener nyaman. bahkan aku masih merasa tidak terima oleh siapapun dan dimanapun. 
mungkin karena aku terlalu takut merasa akan ditolak, dianggap berbeda,
dan tentu akan telihat akward bagi mereka. 
[30/7 23.07] Hann : atau karena aku terlalu berusaha untuk diterima mereka tapi malah jadi akward?

–– itu catatanku yang kutulis 30 Juli 2021. masih relate dengan aku sampai detik aku selesai menulis semua ini

entah siapa dan di mana racun itu sebenarnya.
apa mungkin ada di Aku?

sampai sekarang aku masih mencari teman yang bisa kusebut rumah. sayangnya, teman atau kekasih belum pernah ada yang benar-benar 
aku anggap rumah. satu pun tidak ada.

mungkin memang salahku yang terlalu yakin 
bahwa semua orang di sekitarku adalah orang baik.
aku terlalu percaya bahwa jika kita berbuat baik, 
kita akan mendapatkan kebaikan juga. 
bukan bermaksud mengharapkan balasan atas perbuatan,
tapi sekadar agar aku merasa dihargai dan membuatku merasa berguna dan diharapkan. sebenarnya berucap "terima kasih" saja itu sudah cukup kok

aku pikir pada akhirnya yang benar-benar dapat aku andalkan adalah diriku sendiri. tempatku bergantung dan berdiri adalah pada kaki sendiri.

sekarang aku menemukan dan berada di lingkungan baru.
setidaknya di sini aku merasa lebih diterima.
aku di sini merasa nyaman dan dihargai.
setidaknya satu orang bisa aja kusebut rumah, walaupun sepertinya kami belum sedekat itu untuk berbagi cerita. 
tapi dengan satu orang ini, aku rasa, dia lebih baik dari orang-orang sebelumnya yang kuanggap teman.

siapa aku?

aku tahu namaku siapa, 
aku kenal keluargaku,
aku tahu warna kesukaanku,
aku hafal nama kucing-kucingku,
tapi apa itu semua bisa menjawab pertanyaanku 
tentang siapa aku?

16 tahun hidup dan aku masih belum bisa menjawab pertanyaan sesederhana itu.
aku bisa membuat mandiri teks ekposisi,
aku bisa mengerjakan tugas Bahasa Inggris tanpa google translate,
aku bisa mengerjakan satu soal matematika walaupun otakku harus mendidih dan aku  harus menangis darah dahulu,
tapi menjawab satu pertanyaan di atas saja aku tidak bisa? bodoh sekali.

terlalu banyak orang yang aku ajak berteman, 
sampai-sampai aku lupa bahwa diriku sendiri perlu diajak bicara.
terlalu sering berkenalan, 
sampai-sampai aku lupa berkenalan dengan diriku sendiri.
aku terlalu sibuk mencari orang lain agar aku tidak kesepian, 
hingga aku lupa bahwa diriku juga memerlukan 'aku'

kemana saja diriku selama ini?

lalu jika ada yang bertanya siapa aku,
aku hanya bisa menjawab namaku, asal sekolahku dan keluargaku.
"sifatmu?" relatif.
bukan kah yang bisa menilai diri sendiri itu adalah orang lain? entahlah. kadang-kadang aku merasa begitu.
"fisikmu?" kamu bisa lihat sendiri.
nilai lah kalau perlu, bagaimana aku di matamu?

siapa aku?
aku belum bisa memberikan jawaban selain yang di atas tadi. 
yang pasti tidak perlu pusing memikirkan siapa aku.
karena aku sendiri pun pusing mikirin aku, kok. 

yang jelas dan aku tahu pasti,
aku adalah manusia. kumpulan daging dengan jiwa.

– Hann. ( 00.23 - 12/12 )

16 tahun silam ...

di tanggal ini, 16 tahun silam,
aku dilahirkan ke dunia ini.
dan entah sampai kapan aku ada di sini.
bisa jadi di tanggal ini, bertahun-tahun kemudian,
atau bisa jadi besok lusa yang menjadi hari terakhirku

16 tahun hidup, 
apa yang sudah aku lakukan, ya?
apa yang sudah aku berikan untuk orang lain?
apa yang sudah aku berikan untuk diriku sendiri?

sekarang aku coba mengenang momen-momen nostalgia paling bahagia, indah sekali, bahkan dengan mengenangnya pun terasa menyenangkan

aku pernah tertawa,
aku pernah tersenyum,
aku pernah bahagia.
aku pernah menangis,
aku pernah bersedih,
aku pernah terluka

aku pernah bodoh karena cinta,
aku juga pernah menangis karena matematika.
aku pernah bahagia karena sehari diperlakukan bak ratu kerajaan, aku juga pernah tertawa karena melihat jerawat yang nampaknya semakin betah di wajah

aku pernah tertawa sampai menangis,
aku pernah terluka dan lalu berbahagia,
aku pernah terbang, dan aku pernah terjun bebas
aku pernah kecewa dan akhirnya bersyukur 

"aku pernah rapuh, runtuh dan jatuh.
aku pernah berharap, namun tak diharap." 
ya, aku juga pernah merasakan seperti itu

aku telah melewati banyak hal,
dan apa yang menantiku di depan sana?
apa pun itu, aku harap,
aku bisa melewatinya dengan baik.
aku yakin, aku harus bisa 

- Hann. ( 23.04 - 08/12 )