aku tahu namaku siapa,
aku kenal keluargaku,
aku kenal keluargaku,
aku tahu warna kesukaanku,
aku hafal nama kucing-kucingku,
tapi apa itu semua bisa menjawab pertanyaanku
tentang siapa aku?
16 tahun hidup dan aku masih belum bisa menjawab pertanyaan sesederhana itu.
aku bisa membuat mandiri teks ekposisi,
aku bisa mengerjakan tugas Bahasa Inggris tanpa google translate,
aku bisa mengerjakan satu soal matematika walaupun otakku harus mendidih dan aku harus menangis darah dahulu,
tapi menjawab satu pertanyaan di atas saja aku tidak bisa? bodoh sekali.
terlalu banyak orang yang aku ajak berteman,
sampai-sampai aku lupa bahwa diriku sendiri perlu diajak bicara.
terlalu sering berkenalan,
sampai-sampai aku lupa berkenalan dengan diriku sendiri.
aku terlalu sibuk mencari orang lain agar aku tidak kesepian,
hingga aku lupa bahwa diriku juga memerlukan 'aku'
kemana saja diriku selama ini?
lalu jika ada yang bertanya siapa aku,
aku hanya bisa menjawab namaku, asal sekolahku dan keluargaku.
"sifatmu?" relatif.
bukan kah yang bisa menilai diri sendiri itu adalah orang lain? entahlah. kadang-kadang aku merasa begitu.
"fisikmu?" kamu bisa lihat sendiri.
nilai lah kalau perlu, bagaimana aku di matamu?
siapa aku?
aku belum bisa memberikan jawaban selain yang di atas tadi.
yang pasti tidak perlu pusing memikirkan siapa aku.
karena aku sendiri pun pusing mikirin aku, kok.
yang jelas dan aku tahu pasti,
aku adalah manusia. kumpulan daging dengan jiwa.
– Hann. ( 00.23 - 12/12 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar