Tentang rasa itu... Rasa yang pernah kucoba jaga diam-diam. Rasa yang pernah kucoba simpan baik-baik.
Tapi sekarang... Rasanya jadi biasa aja. Sudah tidak sama lagi.
Tidak ada kejadian besar yang membuatku berhenti. Tidak ada kalimat yang mematahkan percaya diri. Tidak ada sikapnya yang menyadarkanku secara tiba-tiba.
Aku masih penasaran dengan alasannya. Apakah ada penjelasannya? Aku malas mencari, tapi aku ingin tahu sekali. Rasanya... bukan karena kecewa. Bukan juga karena patah hati. Orang baru? Ah, aku malas mencari. Yah... rasanya... cuma... selesai. Gitu aja.
Yang tersisa hanya kagum. Dan ternyata kagum itu lebih tenang daripada cinta yang berharap. Kagum tidak menuntut. Kagum tidak membuatku menunggu. Kagum tidak membuatku menyusun skenario di kepala sebelum tidur.
Lucu ya. Perasaan bisa berubah tanpa drama. Mungkin memang begitu cara Allah menjaga hatiku. Dibiarkan-Nya merasakan hangatnya suka, lalu ditenangkan kembali sebelum hangat itu menjadi harap yang terlalu jauh.
Aku tidak menyesal pernah menyukainya. Aku tidak malu pernah menuliskan namanya di jurnalku. Karena di fase itu aku bisa belajar. Belajar bahwa rasa itu bisa dijaga tanpa harus diumbar. Belajar bahwa suka tidak selalu harus diperjuangkan. Belajar bahwa melepas juga bagian dari menjaga.
Kalau dulu aku ingin jatuh dalam lindungan-Nya, maka mungkin sekarang aku sedang berdiri kembali, juga dalam lindungan-Nya. Semoga yaa.
(21 Februari 2026)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar