Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

teman pun tidak ada

[30/7 23.05] Hann : udah lama temenan, bahkan ada 3 circle yang berbeda dari TK - SMP, tapi aku selalu ngerasa beda frekuensi sendiri sama mereka.  jujur, sampai sekarang aku belum menemukan tempat yang bener-bener nyaman. bahkan aku masih merasa tidak terima oleh siapapun dan dimanapun.  mungkin karena aku terlalu takut merasa akan ditolak, dianggap berbeda, dan tentu akan telihat akward bagi mereka.  [30/7 23.07] Hann : atau karena aku terlalu berusaha untuk diterima mereka tapi malah jadi akward? –– itu catatanku yang kutulis 30 Juli 2021. masih relate dengan aku sampai detik aku selesai menulis semua ini entah siapa dan di mana racun itu sebenarnya. apa mungkin ada di Aku? sampai sekarang aku masih mencari teman yang bisa kusebut rumah. sayangnya, teman atau kekasih belum pernah ada yang benar-benar  aku anggap rumah. satu pun tidak ada. mungkin memang salahku yang terlalu yakin  bahwa semua orang di sekitarku adalah orang baik. aku terlalu percaya bahwa jik...

siapa aku?

aku tahu namaku siapa,  aku kenal keluargaku, aku tahu warna kesukaanku, aku hafal nama kucing-kucingku, tapi apa itu semua bisa menjawab pertanyaanku  tentang siapa aku? 16 tahun hidup dan aku masih belum bisa menjawab pertanyaan sesederhana itu. aku bisa membuat mandiri teks ekposisi, aku bisa mengerjakan tugas Bahasa Inggris tanpa google translate, aku bisa mengerjakan satu soal matematika walaupun otakku harus mendidih dan aku  harus menangis darah dahulu, tapi menjawab satu pertanyaan di atas saja aku tidak bisa? bodoh sekali. terlalu banyak orang yang aku ajak berteman,  sampai-sampai aku lupa bahwa diriku sendiri perlu diajak bicara. terlalu sering berkenalan,  sampai-sampai aku lupa berkenalan dengan diriku sendiri. aku terlalu sibuk mencari orang lain agar aku tidak kesepian,  hingga aku lupa bahwa diriku juga memerlukan 'aku' kemana saja diriku selama ini? lalu jika ada yang bertanya siapa aku, aku hanya bisa menjawab namaku, asal sekolahku dan ke...

16 tahun silam ...

di tanggal ini, 16 tahun silam, aku dilahirkan ke dunia ini. dan entah sampai kapan aku ada di sini. bisa jadi di tanggal ini, bertahun-tahun kemudian, atau bisa jadi besok lusa yang menjadi hari terakhirku 16 tahun hidup,  apa yang sudah aku lakukan, ya? apa yang sudah aku berikan untuk orang lain? apa yang sudah aku berikan untuk diriku sendiri? sekarang aku coba mengenang momen-momen nostalgia paling bahagia, indah sekali, bahkan dengan mengenangnya pun terasa menyenangkan aku pernah tertawa, aku pernah tersenyum, aku pernah bahagia. aku pernah menangis, aku pernah bersedih, aku pernah terluka aku pernah bodoh karena cinta, aku juga pernah menangis karena matematika. aku pernah bahagia karena sehari diperlakukan bak ratu kerajaan, aku juga pernah tertawa karena melihat jerawat yang nampaknya semakin betah di wajah aku pernah tertawa sampai menangis, aku pernah terluka dan lalu berbahagia, aku pernah terbang, dan aku pernah terjun bebas aku pernah kecewa dan akhirnya bersyukur...

rinduku untukmu

sayang, apa kamu merindukanku juga?  kuharap tidak karena aku telah merasakan itu begitu lama dan aku sungguh tersiksa dengan menahan beban rindu yang semakin berat aku tau bagaimana rasanya,  dan aku tidak mau kamu terbebani dengan rindu yang menyebalkan ini maafkan aku, ya, bila sesekali rindu itu singgah ke kamu bila rindu itu mengganggu harimu dan mengacaukan perasaanmu maafkan aku juga, bila sesekali aku tak sengaja menitipkan rindu itu kepada angin,  hingga terbawa dan sampai ke kamu aku tidak bermaksud menyusahkanmu dengan rindu itu, aku tidak bermaksud memberatkan bahumu dengan beban itu aku tidak bermaksud dan aku tidak mengharapkan itu tapi, tenang Sayang,  aku tidak masalah bila kamu merindukan orang lain santailah saja, Sayang, biarlah aku mengasuh rindu ini sendiri tidak apa-apa, aku sudah terbiasa menerbangkan rindu itu di langit-langit mimpiku – Hann.  (21.48 - 01/11) * #1 fy: sst

Positif

Gambar
14 Maret 2021, aku SWAB Antigen di salah satu RS di Landasan Ulin. itu pertama kali aku diswab kali, ya. rasanya gimana? hmm. sakit sih padahal enggak sakit juga, lebih ke geli deh kayaknya. eh gatau dah. 14 Maret 2021 jam 13.56, aku ditelpon dokter dan katanya aku positif covid-19. tau ga apa perasaanku pas dibilang dokter aku positif? aku kaget, wajar kan? tapi aku ga ngerasa runtuh gitu loh. emang aku harusnya gimana juga? eh iya, padahal keesokan harinya harusnya aku tes akademik masuk SMA, gila, aku 3 hari belajar persiapan untuk itu --itu pencapaian loh. biasanya aku ga pernah tuh belajar sampai berhari-hari gitu. untuk ujian di sekolah aja aku ga belajar. buktinya pas SD nilai MTK aku 47 pas ujian apa gitu, duh, lupa.--  oh ya, pun untuk pertama kalinya aku minum susu beruang sampe habis 1 kaleng. hebat, kan? haha. yaa mau ga mau pokoknya harus maksa buat mau minum susu yang aneh itu. harus maksa diri biar bisa habisin setidaknya 1 kaleng perhari. yap, akhirnya aku bisa maks...

pencitraan

selamat malam, kawan. tau kah kamu bahwa diriku sekarang sudah jauh lebih baik dari diriku yang lalu saat harus berpisah denganmu? yang pada saat itu mau tidak mau, Saya harus merelakan dirimu pergi dan membiarkan hati ini tersakiti.  bahkan, kalau tidak salah, hampir setengah tulisan yang sudah kubagikan di sini sebenarnya tertuju khusus untukmu. apakah kamu merasa spesial? haha. Saya tidak bohong, pada hari itu Saya benar-benar merasa hancur. Saya merasa hati ini sudah lumpuh dan Saya kira tidak akan bisa menerima orang lain lagi. tapi, sekarang, taukah kamu bahwa Saya sudah merelakan itu semua? taukah kamu bahwa Saya sudah siap menerima orang baru? taukah kamu bahwa Saya telah menyadari bila Saya baik-baik saja ada dan tanpa dirimu? Saya sembuh, kawan! Ahahha pengaruhmu memang cukup besar dalam hidup Saya. kamu memang turut andil banyak untuk sikap-sikap Saya selama ini. baiklah, Saya tidak menyangkal soal itu, dan Saya berterima masih untuk itu, dan untuk kenangan-kenangan yang...

🖤🌹

aku sendiri merasa lelah dan terganggu dengan sikap ini. belum tau bagaimana cara lepas dari sikap yang bisa jadi telah mengakar dalam diri. tolong bantu aku agar tidak melepaskan diri ini, ya? tolong bantu aku bisa menerima diri ini lebih baik lagi, Namun, semoga aku tidak melupakan diri aku yang sedang terkubur dalam-dalam dan terkurung dalam imaji. aku cinta kamu, aku. mari berdamai saja, ya? :) – Hann. ( 23.19 – 300721 )

Di sini penuh 'semoga'

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ..  Semoga langkah kali ini tidak terhenti Semoga kegagalan kemarin tidak terulang lagi Semoga hasil kali ini tidak mengecewakan lagi Semoga kali ini senyum indah yang terpancar dari raut wajah mereka Dan bukannya kekecewaan lagi yang terucap dari mereka - Hann (20.04 - 16/06)  ditulis penuh harap yang semoga terwujudkan. btw sambil nonton film "Pele: Birth of A Legend" hehehe

Kepada Tuan

Tuan, ternyata cinta sesingkat ini Ia pernah memperlakukanku layaknya ratu Sebelum ia mengkhianatiku Tuan, ternyata cinta sesakit ini Aku berusaha untuk membahagiakannya Aku yang rela berdarah dan bernanah untuknya Tapi apa yang aku tuai dari pengorbanan itu, Tuan?   Jika hanya untuk meninggalkan luka dan duka Membentuk relief, tak memudar, dan menjadi cacat Harusnya aku sadar dari awal, Harusnya aku tolak mentah-mentah sesuatu bernama cinta itu Agar sekarang aku tidak menelantarkan perasaan bodoh itu   Tuan, kamulah perlakunya Kamu lah 'ia' dalam tulisan ini Kamu lah penyebab kenapa aku menelantarkan cinta Dan kamu juga lah yang memaksaku untuk berdamai dengan itu Apa maumu sebenarnya, Tuan?   Tapi tenang lah dulu, Tuan. Aku tak sampai menaruh dendam padamu Dan aku pun tak tega mengharap karma untukmu Karena sedari awal aku sudah siap Aku telah berjanji pada diri ini Kamu tau, kan? Aku siap menanggung segala resiko Bila ingin menjatuhkan hati ini padamu Aku pun tak berni...

Selamat Tidur.

Gambar
" Ketika aku melihat langit, aku akan merindukanmu,". Selamat tidur ya, Nal. jangan lupa mimpiin aku. jangan lupa sama rumah juga, ya. biar kalo km bangun,  km langsung aja ke rumah. Hati-hati, ya. jangan sampai ketemu kucing preman. tapi ntar km pasti menang kan? iya, km kan jagoan. km juga jangan bocorin cerita-cerita yang aku kasih tau ke km ya.  awas aja dh. ————— (16/04) - 01:13 Nala, tidur dengan badan kaku. kucing pertama yang hampir dua tahun satu rumah sama kami.  ga nyangka sepagi itu km tidur, Nal.

Hari ini

  " Hariku hancur, Tuan. Mungkin yang aku perlukan sekarang hanya lah 'bantuan'. " Selamat malam, Tuan.  Malam ini aku ingin sedikit bercerita. Semoga kamu tidak menjadi seperti 'mereka', ya?   kamu udah tau hasil tes itu? iya, aku dinyatakan tidak lolos.  perasaanku? Haha. Pastinya aku kecewa.  eh, itu wajar kan? Haha, bukan, aku bukan kecewa karena itu. aku kecewa kepada diriku sendiri, Tuan. aku kecewa kepada kegagalan ini. aku ditanya nih, "kamu ga sedih, kan?". waduh. iya pastilah aku sedih. apalagi dia lanjutin, "padahal aku berharapnya kamu di situ,". hey, bukan mau aku dapat hasil kayak gitu. aku juga berharapnya masuk situ, kok. aku tau dia kecewa. tapi apa dia kira aku ga kecewa juga? bukannya aku yang harusnya lebih kecewa? enggak. gapapa, kok. aku ga sekecewa itu. aku cuman kecewa sama diriku, tapi aku masih bangga sama diriku juga, kok. aku ga benci sama diriku. walaupun, ya, mungkin sekarang aku berada di fase 'berdamai...

Aku di sini

"Butuh waktu cukup lama untuk berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan masa lalu, dan belajar berani kembali menapak setelah kaki penuh duri. Tapi, dengan gampangnya, kamu datang kembali dan membuat usaha itu terasa sia-sia. kamu datang perlahan, lalu berpudar, dan mungkin akan berakhir menghilang. Sampai saat ini, aku masih tertatih-tatih, terseok-seok, aku tak karuan. Aku mengharap bantuan, untuk menyembuhkan hati ini dari luka yang kamu toreh, lagi." -- @hev.erasi di instagram, dengan sedikit tambah dan pengurangan .   cek di sini Entahlah, aku masih tak paham dengan apa yang aku rasakan. Apa mungkin karena saking labilnya aku sampai  sudah tak merasa sakit lagi, atau karena luka itu memang sudah sembuh? Atau juga mungkin karena enggak ada yang lalu lalang lagi? Entahlah. Memahami perasaanku sendiri aja udah susah, terus kenapa aku masih mau membebaninya dengan memikirkan perasaan orang lain, ya? Jadi orang yang 'sok peduli' sampai lupa kalau diri ini juga per...