Aku Sudah Sampai, Tapi Kamu Lebih Dulu Pulang
Beberapa hari lalu, aku menulis: “andai sakitmu bisa kutarik masuk ke dalam pelukku. tunggu aku.” Tapi ternyata aku tak bisa, ya. Ternyata kamu sudah tak tahan lagi menungguku. Aku sudah sampai, Simba. Tapi kamu lebih dulu pulang. Aku masih memanggilmu sewaktu ku tiba, berharap ada suara lirih yang menyahut. Ternyata yang menyambutku hanya sunyi. Sunyi yang berat. Rasanya menampar semua rindu yang sempat kutunda. Aku merasa bodoh Kenapa aku baru pulang sekarang? Kenapa aku tak ada di sisimu di detik terakhir? Aku yang sering bilang sayang, tapi justru tak hadir saat kau paling butuh teman Apakah pada saat itu kamu ketakutan, sayang? Apakah pada saat itu kamu kesakitan, sayang? Walaupun Tuhan tidak mengabulkan doaku untuk menyembuhkan dan menyempatkan aku bertemu denganmu, aku masih berharap bahwa Ia mengabulkan doaku untuk menjemputmu tanpa membuatmu kesakitan. Sekarang aku hanya bisa berdoa, meski aku tau tidak ada gunanya, tapi aku berdoa untuk kamu tidak akan kesepian di ...