Postingan

Menampilkan postingan dengan label [ Monologue ]

Hari ini

  " Hariku hancur, Tuan. Mungkin yang aku perlukan sekarang hanya lah 'bantuan'. " Selamat malam, Tuan.  Malam ini aku ingin sedikit bercerita. Semoga kamu tidak menjadi seperti 'mereka', ya?   kamu udah tau hasil tes itu? iya, aku dinyatakan tidak lolos.  perasaanku? Haha. Pastinya aku kecewa.  eh, itu wajar kan? Haha, bukan, aku bukan kecewa karena itu. aku kecewa kepada diriku sendiri, Tuan. aku kecewa kepada kegagalan ini. aku ditanya nih, "kamu ga sedih, kan?". waduh. iya pastilah aku sedih. apalagi dia lanjutin, "padahal aku berharapnya kamu di situ,". hey, bukan mau aku dapat hasil kayak gitu. aku juga berharapnya masuk situ, kok. aku tau dia kecewa. tapi apa dia kira aku ga kecewa juga? bukannya aku yang harusnya lebih kecewa? enggak. gapapa, kok. aku ga sekecewa itu. aku cuman kecewa sama diriku, tapi aku masih bangga sama diriku juga, kok. aku ga benci sama diriku. walaupun, ya, mungkin sekarang aku berada di fase 'berdamai...

Aku di sini

"Butuh waktu cukup lama untuk berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan masa lalu, dan belajar berani kembali menapak setelah kaki penuh duri. Tapi, dengan gampangnya, kamu datang kembali dan membuat usaha itu terasa sia-sia. kamu datang perlahan, lalu berpudar, dan mungkin akan berakhir menghilang. Sampai saat ini, aku masih tertatih-tatih, terseok-seok, aku tak karuan. Aku mengharap bantuan, untuk menyembuhkan hati ini dari luka yang kamu toreh, lagi." -- @hev.erasi di instagram, dengan sedikit tambah dan pengurangan .   cek di sini Entahlah, aku masih tak paham dengan apa yang aku rasakan. Apa mungkin karena saking labilnya aku sampai  sudah tak merasa sakit lagi, atau karena luka itu memang sudah sembuh? Atau juga mungkin karena enggak ada yang lalu lalang lagi? Entahlah. Memahami perasaanku sendiri aja udah susah, terus kenapa aku masih mau membebaninya dengan memikirkan perasaan orang lain, ya? Jadi orang yang 'sok peduli' sampai lupa kalau diri ini juga per...