Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Rindu & Ikhlas

kian tubuhku menuju hampa. bulir rindu menitik tiada tara.  terpaksa aku tenangkan rindu  dalam jiwa bergemuruh pilu. kini, aku rindu . menjuntai berebut ruang, rindu ini membuat sesak di dada. bahkan sesak melampaui beban seharusnya. aku ikhlas,  namun salah kah jika ingatan tentangmu  masih membekas? sesat. sekat. rekat. rehab. - Hann. (311222 - 22.11)

halaman baru

ini adalah kisah kasih suatu insan kepada insannya yang terkasih,  cintanya, semoga sampai tua, selalu ada. aku mencintaimu, dan itu fakta.  jika kau ingin mendengar kebohongan  maka akan kuceritakan seribu satu alasan  mengapa aku masih mencintaimu  karena sebenarnya aku tak punya satu pun alasan  untuk mencintaimu dengan sederhana.  aku melakukannya hanya karena aku ingin melakukannya. aku ingin mencintaimu dengan sederhana yang selalu ada,  rasa luar biasa tanpa kata ganti, cara tak biasa untuk jadi berarti.  kuharap, semoga kita selalu bersama.  hingga akhirnya yang memisahkan kita  adalah saat salah satu dari kita beristirahat  dan masuk ke pelukan bumi.  aku akan selalu ada di sampingmu,  bahkan sampai kita jadi debu, aku akan mencintaimu.  - Hann (291122) : Bukan untukmu lagi. -revisi 25 Desember 2024

"aku gapapa"

terlalu sering mengatakan: "aku gapapa", hingga tak sadar sebenarnya ada apa-apa. lebih mudah mengatakan: "aku gapapa",  daripada mengatakan yang sebenarnya dirasa. karena tak ada siapapun yang bisa mengubah kenyataannya bahwa bagaimana bisa aku merasa kuat dan rapuh di waktu yang sama. aku selalu percaya dan mungkin aku terlalu yakin bahwa sesuatu yang indah selalu butuh waktu untuk datang. tapi sampai sekarang, aku rasa sesuatu yang indah itu belum datang untukku. orang-orang bilang, hidup itu indah dan menyenangkan  untuk orang-orang yang dapat mensyukurinya. memang benar menyenangkan, walaupun dibalut kebohongan yang menyedihkan - Hann (290822)
maaf kalau menurutmu ini egois. tapi aku tidak ingin menjadi pilihan, aku ingin menjadi satu-satunya jawaban.

kesempatan terakhir

akankah akhirnya akan sama? aku akan menunggu dan memeluk perasaan ini satu minggu lagi. kalau kita masih seperti ini, aku sudah tak peduli perkataanku kemarin. aku harus siap merelakan berpisah denganmu. mau tidak mau, pokoknya harus mau. aku tak mau jadi orang egois yang memaksakan perasaan orang lain. aku tak mau jadi orang jahat yang menahan perasaan yang mungkin sedari awal memang serba nanggung. aku sudah tak peduli nantinya kita berpisah karena siapa yang mengakhiri, karena yang pasti itu semua adalah karena kesalahanku. maaf. maaf. maaf. aku tak mau lagi memaksamu memiliki perasaan yang sama denganku, aku tak bisa.  kamu pasti akan baik-baik saja tanpa aku. aku tak pernah khawatir soal itu. ini adalah kesempatan terakhir aku untuk mencari kejelasan tentang semuanya.  - Hann. (14.15 - 02/06 )

peringatan

mungkin tulisan setelah ini akan lebih panjang  dari tulisanku yang lain yang ada disini.  jika kamu tidak mau membacanya, lewatilah. jika kamu lelah membacanya, berhentilah. aku tak pernah memaksa siapapun membaca apapun disini.  aku menulis semua disini dengan jariku sendiri.  aku menulis semua disini dengan senyum tulus  dan air mataku yang jatuh saat menulis ini juga tulus baca tulisan yang kumaksud disini:

asing

tulisan di bawah ini, mungkin akan sedikit berbeda dari tulisanku yang sebelumnya. aku mau kamu merasakan apa yang kurasakan saat menulisnya. itu hakmu jika kamu menolaknya. kembali lagi, aku tak pernah memaksa. selamat tersesat di tarian jariku. ... [20/4 23.28] Noend: aku sudah berlatih menghadapi orang banyak, s udah mengatur diri sedemikian rupa,  membuat skenario begitu begini [20/4 23.35] Noend: tapi saat menghadapi realita,  aku mengeras. se mua terasa asing bahkan diriku sendiri aku terdiam, melihat langit-langit kamarku. gelap. [20/4 23.49] Noend: aku merasa ada sesuatu  merasuk kepala dan dadaku, terasa penuh dan sesak. aku merasa sesuatu itu mengeras  dan mengubahku menjadi batu saat bertemu manusia. menjadi sesuatu yang tidak aku kenali.  semua terasa asing di kepalaku, semua terasa sakit di dadaku. aku merasa asing pada apa yang ada di aku.  aku merasa tak kenal dan dikenali pada diriku sendiri jariku berhenti. kurasakan air mataku jatuh seseka...
sering sedih dan sering bingung  kalau semakin hari rasanya  semakin sering menarik diri semakin sadar bahwa lebih nyaman sendiri bahwa bertemu banyak manusia butuh banyak energi aku jadi lebih sering menggadaikan perasaan sendiri mengorbankan kebahagiaan untuk ego orang lain mengorbankan kebahagiaan untuk ego sendiri semuanya melelahkan semakin terasa menyesakkan semua sudah terlihat jelas aku ingin dan perlu rehat tapi, sebentar, selesai nampaknya lebih baik, kan? "ah, dia mah keliatannya baik-baik aja" kamu sudah membuka isi hatinya? "ah, aneh, dia mah ketawa-ketiwi terus dari tadi,  berarti dia bahagia terus dong",  "ah, dia mah hidupnya happy terus, masa gitu sih?",  "ah, masa orang kayak gitu ga bahagia sih?", "ah, dia mah ga pernah capek", "lebay banget sih", "caper deh, alay", "ah, dia mah emang sombong orangnya,  pantes buat ga bahagia", "ah, pantes aja kok dia ga bahagia", - Hann. (23.31...

luka itu masih ada

aku yakin takdirlah yang mempertemukan kita,  aku yakin juga bahwa takdir yang akan memisahkan kita. dan  aku harap semoga takdir membawamu kembali kepadaku luka itu rasa-rasanya masih baru, padahal sudah hampir 2 tahun luka itu bersemayam di hatiku. andai kamu tau,  betapa susahnya aku menyembunyikan luka itu.  aku harus tetap tersenyum meski hatiku teriris,  aku harus tetap tertawa meski perasaan ini masih tak baik-baik saja. ya, setelah perpisahan itu, tidak ada yang benar-benar baik-baik saja di hatiku. aku belum menemukan manusia sepertimu. seperti yang aku katakan pada hampir 3 tahun yang lalu, "siapa pun yang nantinya berteduh di hatiku, aku rasa tidak pernah ada yang bisa menggantikan posisimu". aku menyesal pernah mengatakan itu, karena aku rasa itu ternyata benar. ah, omongan adalah doa.  padahal niatku pada saat itu sebatas omong kosong saja. sial. salahku. namun akan tetap aku usahakan bagaimana caranya  agar bisa segera lepas dari ikatan i...