Tuan, ternyata cinta sesingkat ini Ia pernah memperlakukanku layaknya ratu Sebelum ia mengkhianatiku Tuan, ternyata cinta sesakit ini Aku berusaha untuk membahagiakannya Aku yang rela berdarah dan bernanah untuknya Tapi apa yang aku tuai dari pengorbanan itu, Tuan? Jika hanya untuk meninggalkan luka dan duka Membentuk relief, tak memudar, dan menjadi cacat Harusnya aku sadar dari awal, Harusnya aku tolak mentah-mentah sesuatu bernama cinta itu Agar sekarang aku tidak menelantarkan perasaan bodoh itu Tuan, kamulah perlakunya Kamu lah 'ia' dalam tulisan ini Kamu lah penyebab kenapa aku menelantarkan cinta Dan kamu juga lah yang memaksaku untuk berdamai dengan itu Apa maumu sebenarnya, Tuan? Tapi tenang lah dulu, Tuan. Aku tak sampai menaruh dendam padamu Dan aku pun tak tega mengharap karma untukmu Karena sedari awal aku sudah siap Aku telah berjanji pada diri ini Kamu tau, kan? Aku siap menanggung segala resiko Bila ingin menjatuhkan hati ini padamu Aku pun tak berni...