Postingan

Aku di sini

"Butuh waktu cukup lama untuk berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan masa lalu, dan belajar berani kembali menapak setelah kaki penuh duri. Tapi, dengan gampangnya, kamu datang kembali dan membuat usaha itu terasa sia-sia. kamu datang perlahan, lalu berpudar, dan mungkin akan berakhir menghilang. Sampai saat ini, aku masih tertatih-tatih, terseok-seok, aku tak karuan. Aku mengharap bantuan, untuk menyembuhkan hati ini dari luka yang kamu toreh, lagi." -- @hev.erasi di instagram, dengan sedikit tambah dan pengurangan .   cek di sini Entahlah, aku masih tak paham dengan apa yang aku rasakan. Apa mungkin karena saking labilnya aku sampai  sudah tak merasa sakit lagi, atau karena luka itu memang sudah sembuh? Atau juga mungkin karena enggak ada yang lalu lalang lagi? Entahlah. Memahami perasaanku sendiri aja udah susah, terus kenapa aku masih mau membebaninya dengan memikirkan perasaan orang lain, ya? Jadi orang yang 'sok peduli' sampai lupa kalau diri ini juga per...

Prate

ini hanya soal hobi Saya tidak tahu, apakah tulisan-tulisan saya di blog ini dapat dikatakan bakat atau bukan. Apapun yang kalian baca dan yang saya tulis di sini, anggaplah hanya sebuah hobi, saya sekadar berusaha mencari kesenangan di waktu senggang.  Saya pun, tidak berharap orang-orang terdekat saya atau bahkan hanya mengenali saya membaca di blog ini. Dan kalaupun ada, mungkin saya akan malu. Haha. tulisan saya ini masih berantakan, tidak jelas, dan bahkan tidak pantas dipublikasikan di website yang bisa di baca siapapun. tapi, sampai detik ini pun, tidak ada yang membaca blog ini. satu-satu nya yang membaca ini hanya saya. saya baca berulang kali, dan saya cukup bangga tulisan saya dapat dibaca oleh siapapun. Haha, walaupun saya bisa saja berhenti, tapi saya enggan melakukannya. kenapa? karena saya harap disini saya bisa menjadi seseorang yang saya suka. di sini, saya bisa menjadi siapa saja, 'kan? Sekian, terima kasih. -Hann. (08/05/20)  

Risak

Sebenarnya ak u harus apa? kamu sangat membuatku bingung!   kemarin kamu bilang; "aku ngga bisa mahamin kamu, aku ngga bisa nemenin kamu lagi dan aku berharap kita ngga pernah bertemu sebelumnya". Kawan, itu sudah cukup membuat hati saya remuk. dan saat saya ingin sendiri, kamu terus saja meneror saya, teror yang katanya adalah kekhawatiranmu itu.   Luka itu kamu gores terlalu ramah, hingga membuat saya sangat lelah.  tapi saya bisa apa, Saya harus berbohong kalau saya benar-benar berhenti mencintaimu? Ah, tidak kawan. Nyatanya, kamu punya ruangan kecil khusus di hati saya. Ruangan yang terkunci rapat dan sangat kokoh, hingga tidak ada siapapun yang dapat mengganti siapa di dalamnya. tapi, untuk sekarang ini, jangan terlalu berpura-pura seolah tidak bersikap apapun di hari kemarin.  dan saya menyiapkan hati saya agar tetap kuat untuk akan kamu sakiti dilain hari Sekian, Terima kasih -Hann. (21/04/20) fy: fry