Postingan

Rasa yang aku (coba) simpan baik-baik

Aku tidak tau apakah dia akan menjadi takdirku. Aku juga tidak tau apakah perasaan ini akan berhenti di sini, atau diam-diam tumbuh pelan tanpa bisa kucegah. Yang aku tau, saat ini aku hanya menyukainya. Tidak banyak harap. Tidak ingin memaksa apa pun. Justru itu aku ingin menjaga perasaan ini baik-baik. Aku tidak mau menyembunyikannya. Perasaan ini akan aku tutpi untuk memastikan tidak ada yang terluka. Bukan dia, bukan aku, bukan siapa pun. Aku menulis namanya bukan untuk berharap sesuatu terjadi. Aku hanya ingin jujur pada diri sendiri. Aku ingin menulis agar aku bisa lega. Agar pikiranku tidak berkelana terlalu jauh, dan hatiku tetap punya arah untuk pulang Kalau memang dia bukan untukku, semoga perasaan ini tau kapan harus berhenti. Tapi kalau suatu hari ternyata semesta menuntun kami ke jalan yang sama, biarlah saat itu datang di waktunya Untuk sekarang, cukup lah aku menjaga perasaan ini diam-diam.  (29 September 2025)

kehilangan tidak pernah benar-benar selesai, ia hanya berubah rupa menjadi doa dan kenangan

Gambar
 "kehilangan tidak pernah benar-benar selesai, ia hanya berubah rupa menjadi doa dan kenangan" --- Tempat ini bukan sekadar tanah dan batu nisan. Ia adalah rumah terakhir, tempat rindu kembali bermuara, ketika ia sudah terlalu berat untuk dipendam sendiri. Kadang kita datang hanya untuk duduk, kadang hanya untuk berdoa. Tapi selalu ada rasa yang tertinggal, seolah kita sedang berbicara tanpa suara.  Aku melihat mamaku… betapa kuatnya beliau menanggung rindu pada Mamanya, bahkan setelah ia menjadi seorang mama. Aku melihat bapakku… yang kadang diam-diam masih mencari sosok mamanya, meski di mataku ia selalu tampak tegar. Dan aku, anak mereka, hanya bisa mengagumi keduanya. Betapa besar cinta dan kerinduan yang mereka simpan. Rasanya aku takkan sanggup jika harus berada di posisi mereka. Hanun, Nai

Hadiah Kasih Sayang

Siapa aku? Kurasa... Hilang dalam ramai, aku terus mencari jawaban, Aku mengulurkan tangan pada banyak hati, Namun lupa menggenggam diri sendiri, Untuk sekadar bertanya dan memahami, Nyata dan terabaikan, aku pun butuh aku di sini.   Terlalu banyak orang yang kuajak berteman, Sampai-sampai aku lupa bahwa diriku juga perlu diajak bicara. Terlalu sering berkenalan, Sampai-sampai aku lupa berkenalan dengan diriku sendiri. Terasa... cermin tetap asing bagiku.   Kemana aku selama ini?   Siapa aku? Hari-hari terasa gelap, seakan tak pernah pasti. Aku terjebak dalam sikap yang mengakar di hati. Namun, bisakah aku menerima diri ini utuh? Untuk sekali saja, merangkul luka tanpa takut runtuh. Nyatanya, aku hanya ingin damai dalam pelukanku sendiri.   Siapa aku, sebenarnya? Tak perlu kamu pusing mencari jawabannya, Karena aku sendiri pun masih bertanya. Yang jelas dan aku tahu pasti, Aku adalah manusia. Kumpulan daging dengan jiwa.   Banjarmasin, 8 Desember 2024