Beberapa hari lalu, aku menulis: “andai sakitmu bisa kutarik masuk ke dalam pelukku. tunggu aku.” Tapi ternyata aku tak bisa, ya. Ternyata kamu sudah tak tahan lagi menungguku. Aku sudah sampai, Simba. Tapi kamu lebih dulu pulang. Aku masih memanggilmu sewaktu ku tiba, berharap ada suara lirih yang menyahut. Ternyata yang menyambutku hanya sunyi. Sunyi yang berat. Rasanya menampar semua rindu yang sempat kutunda. Aku merasa bodoh Kenapa aku baru pulang sekarang? Kenapa aku tak ada di sisimu di detik terakhir? Aku yang sering bilang sayang, tapi justru tak hadir saat kau paling butuh teman Apakah pada saat itu kamu ketakutan, sayang? Apakah pada saat itu kamu kesakitan, sayang? Walaupun Tuhan tidak mengabulkan doaku untuk menyembuhkan dan menyempatkan aku bertemu denganmu, aku masih berharap bahwa Ia mengabulkan doaku untuk menjemputmu tanpa membuatmu kesakitan. Sekarang aku hanya bisa berdoa, meski aku tau tidak ada gunanya, tapi aku berdoa untuk kamu tidak akan kesepian di ...
بِسْمِ ٱللَّٰهِ .. Semoga langkah kali ini tidak terhenti Semoga kegagalan kemarin tidak terulang lagi Semoga hasil kali ini tidak mengecewakan lagi Semoga kali ini senyum indah yang terpancar dari raut wajah mereka Dan bukannya kekecewaan lagi yang terucap dari mereka - Hann (20.04 - 16/06) ditulis penuh harap yang semoga terwujudkan. btw sambil nonton film "Pele: Birth of A Legend" hehehe
tulisan di bawah ini, mungkin akan sedikit berbeda dari tulisanku yang sebelumnya. aku mau kamu merasakan apa yang kurasakan saat menulisnya. itu hakmu jika kamu menolaknya. kembali lagi, aku tak pernah memaksa. selamat tersesat di tarian jariku. ... [20/4 23.28] Noend: aku sudah berlatih menghadapi orang banyak, s udah mengatur diri sedemikian rupa, membuat skenario begitu begini [20/4 23.35] Noend: tapi saat menghadapi realita, aku mengeras. se mua terasa asing bahkan diriku sendiri aku terdiam, melihat langit-langit kamarku. gelap. [20/4 23.49] Noend: aku merasa ada sesuatu merasuk kepala dan dadaku, terasa penuh dan sesak. aku merasa sesuatu itu mengeras dan mengubahku menjadi batu saat bertemu manusia. menjadi sesuatu yang tidak aku kenali. semua terasa asing di kepalaku, semua terasa sakit di dadaku. aku merasa asing pada apa yang ada di aku. aku merasa tak kenal dan dikenali pada diriku sendiri jariku berhenti. kurasakan air mataku jatuh seseka...
Komentar
Posting Komentar