Aku baru sadar, ternyata aku menulis paling banyak di dua waktu: saat aku jatuh cinta, dan saat aku patah hati. Mungkin karena di antara dua fase itu aku merasa penuh. Barangkali saat aku jatuh cinta, kata-kataku jadi hangat, ringan, penuh suka cita, indah. Barangkali saat patah hati, kata-kataku jadi jujur, sepi, pedih, hampa. Jauh selisihnya bagai langit dan bumi. Eh tapi kan langit dan bumi itu sama-sama ada di alam ini. Yaudah lah, saling melengkapi haha Aku jadinya sadar: menulis selalu menjadi caraku bertahan, menjadi caraku menjaga kewarasan, menjadi caraku untuk mengetahui perasaan terdalam.. Barangkali. Haha. (5 Maret 2026)
بِسْمِ ٱللَّٰهِ .. Semoga langkah kali ini tidak terhenti Semoga kegagalan kemarin tidak terulang lagi Semoga hasil kali ini tidak mengecewakan lagi Semoga kali ini senyum indah yang terpancar dari raut wajah mereka Dan bukannya kekecewaan lagi yang terucap dari mereka - Hann (20.04 - 16/06) ditulis penuh harap yang semoga terwujudkan. btw sambil nonton film "Pele: Birth of A Legend" hehehe
tulisan di bawah ini, mungkin akan sedikit berbeda dari tulisanku yang sebelumnya. aku mau kamu merasakan apa yang kurasakan saat menulisnya. itu hakmu jika kamu menolaknya. kembali lagi, aku tak pernah memaksa. selamat tersesat di tarian jariku. ... [20/4 23.28] Noend: aku sudah berlatih menghadapi orang banyak, s udah mengatur diri sedemikian rupa, membuat skenario begitu begini [20/4 23.35] Noend: tapi saat menghadapi realita, aku mengeras. se mua terasa asing bahkan diriku sendiri aku terdiam, melihat langit-langit kamarku. gelap. [20/4 23.49] Noend: aku merasa ada sesuatu merasuk kepala dan dadaku, terasa penuh dan sesak. aku merasa sesuatu itu mengeras dan mengubahku menjadi batu saat bertemu manusia. menjadi sesuatu yang tidak aku kenali. semua terasa asing di kepalaku, semua terasa sakit di dadaku. aku merasa asing pada apa yang ada di aku. aku merasa tak kenal dan dikenali pada diriku sendiri jariku berhenti. kurasakan air mataku jatuh seseka...
Komentar
Posting Komentar