Postingan

luka itu masih ada

aku yakin takdirlah yang mempertemukan kita,  aku yakin juga bahwa takdir yang akan memisahkan kita. dan  aku harap semoga takdir membawamu kembali kepadaku luka itu rasa-rasanya masih baru, padahal sudah hampir 2 tahun luka itu bersemayam di hatiku. andai kamu tau,  betapa susahnya aku menyembunyikan luka itu.  aku harus tetap tersenyum meski hatiku teriris,  aku harus tetap tertawa meski perasaan ini masih tak baik-baik saja. ya, setelah perpisahan itu, tidak ada yang benar-benar baik-baik saja di hatiku. aku belum menemukan manusia sepertimu. seperti yang aku katakan pada hampir 3 tahun yang lalu, "siapa pun yang nantinya berteduh di hatiku, aku rasa tidak pernah ada yang bisa menggantikan posisimu". aku menyesal pernah mengatakan itu, karena aku rasa itu ternyata benar. ah, omongan adalah doa.  padahal niatku pada saat itu sebatas omong kosong saja. sial. salahku. namun akan tetap aku usahakan bagaimana caranya  agar bisa segera lepas dari ikatan i...

teman pun tidak ada

[30/7 23.05] Hann : udah lama temenan, bahkan ada 3 circle yang berbeda dari TK - SMP, tapi aku selalu ngerasa beda frekuensi sendiri sama mereka.  jujur, sampai sekarang aku belum menemukan tempat yang bener-bener nyaman. bahkan aku masih merasa tidak terima oleh siapapun dan dimanapun.  mungkin karena aku terlalu takut merasa akan ditolak, dianggap berbeda, dan tentu akan telihat akward bagi mereka.  [30/7 23.07] Hann : atau karena aku terlalu berusaha untuk diterima mereka tapi malah jadi akward? –– itu catatanku yang kutulis 30 Juli 2021. masih relate dengan aku sampai detik aku selesai menulis semua ini entah siapa dan di mana racun itu sebenarnya. apa mungkin ada di Aku? sampai sekarang aku masih mencari teman yang bisa kusebut rumah. sayangnya, teman atau kekasih belum pernah ada yang benar-benar  aku anggap rumah. satu pun tidak ada. mungkin memang salahku yang terlalu yakin  bahwa semua orang di sekitarku adalah orang baik. aku terlalu percaya bahwa jik...

siapa aku?

aku tahu namaku siapa,  aku kenal keluargaku, aku tahu warna kesukaanku, aku hafal nama kucing-kucingku, tapi apa itu semua bisa menjawab pertanyaanku  tentang siapa aku? 16 tahun hidup dan aku masih belum bisa menjawab pertanyaan sesederhana itu. aku bisa membuat mandiri teks ekposisi, aku bisa mengerjakan tugas Bahasa Inggris tanpa google translate, aku bisa mengerjakan satu soal matematika walaupun otakku harus mendidih dan aku  harus menangis darah dahulu, tapi menjawab satu pertanyaan di atas saja aku tidak bisa? bodoh sekali. terlalu banyak orang yang aku ajak berteman,  sampai-sampai aku lupa bahwa diriku sendiri perlu diajak bicara. terlalu sering berkenalan,  sampai-sampai aku lupa berkenalan dengan diriku sendiri. aku terlalu sibuk mencari orang lain agar aku tidak kesepian,  hingga aku lupa bahwa diriku juga memerlukan 'aku' kemana saja diriku selama ini? lalu jika ada yang bertanya siapa aku, aku hanya bisa menjawab namaku, asal sekolahku dan ke...